Sunday, October 28, 2012

Sabar di atas sabar


Sabar itu pedih, untuk orang yang bukan penyabar. Saya bukan seorang yang penyabar. Tapi saya sedang belajar untuk bersabar.

Saya teringat kisah Nabi Musa dan Khidir. Nabi Musa seorang yang sangat tidak bersabar saat mengikuti Khidir. Setiap yang dilakukan oleh Khidir, walaupun Khidir berkali-kali berkata: "kau tidak akan bersabar denganku". Tetapi Nabi Musa tetap berdegil dan mengatakan:
“Engkau akan dapati aku, Insha Allah: orang yang sabar; dan aku tidak akan membantah sebarang perintahmu”. Tetapi dalam satu waktu dan waktu, tiap perlakuan Khidir sentiasa diprotes oleh Nabi Musa. 

Saya sentiasa tersenyum-senyum ketika membaca cerita mereka yang tersemat di dalam al-Quran. Mengajar kepada saya bahwa manusia itu tak sempurna. Allah sahaja yang sempurna. Membuatkan saya terharu betapa dengan sifat manusiawi Nabi Musa itu mendekatkan dirinya kepada manusia biasa seperti kita ini. 

Sabar itu memang pedih. Menahan kemarahan itu sangat menyakitkan. Bersabar terhadap apa yang dilakukan oleh orang terhadap kita sehingga membuatkan kemarahan kita memuncak, sangat menyakitkan. Terlalu azab. Rasanya seperti mahu mati. Di situ Allah akan uji. Dia akan pertemukan kepada kita dengan banyak perkara yang kita benci setiap hari, di situ Allah uji, supaya kita akan kebal, kita diimunisasi agar kita tahan, sudah biasa untuk berhadapan dengan perkara yang membencikan. Lalu kita semakin mampu untuk bersabar. Sudah betah akannya.

Lihatlah tarbiyah Allah, jika kamu dapat melihat dan merasakannya.

Maka, seperti kata ustaz Hasrizal di entri terbarunya (http://saifulislam.com/?p=185), sabar sahaja tidak cukup. Tetapi kita harus bersabar untuk bersabar. Sabar di atas sabar. Inilah kesabaran yang tinggi insyaallah. 

***

Dan untuk kamu, yang ingin berpesan-pesan kepada kesabaran,

Jangan hanya mengkritik dan mengutuk orang yang tidak penyabar itu atas ketidaksabaran mereka. Tapi ajar mereka, ajar mereka untuk lebih bersabar dengan cara yang baik.

Saya bukan penyabar orangnya. Tapi saya sedang belajar untuk bersabar. Dan dengan mengatakan kepada orang lain dengan kalimat "bersabarlah, sahabat" bukan menunjukkan bahwa saya ini penyabar orangnya, tetapi adalah untuk memperingati diri saya yang tidak penyabar ini, juga untuk berpesan-pesan kepada kesabaran. Barangkali dengan cara itu kesabaran dapat dijadikan sebagai penyakit yang merebak. Dan orang lain pun akan terjebak.

Saya bukan penyabar orangnya. Tapi saya sedang belajar untuk bersabar. Tolong ajar saya untuk bersabar. Tolong ingatkan saya untuk bersabar. Kerana kadang-kadang saya juga lupa bahwa sabar itu sangat indah.

Dan saya juga kadang-kadang lupa, bahwa sabar itu sangat dekat kepada Allah.

***

Semoga sentiasa bersabar untuk bersabar dan terus bersabar.. :)

Salam rindu dan kasih sayang dari saya yang sudah lama tak menulis. Doakan saya post test internal medicine hari selasa ni.

No comments: