Saturday, May 30, 2009

Blog Saya Dapat Award

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Pertama kali dalam dunia blogging saya mendapat award. Adakah award ini disahkan oleh negara? Hehe. Ini adalah award dari sahabat maya saya, Syahidah. Sebenarnya saya beranggapan award atau tag tidak ada faedah untuk di post dalam blog, tetapi dari sudut positifnya adalah untuk mengeratkan ukhwah persahabatan. Ya, mari kita layan saja. Semoga ukhwah antara kita akan diberkati Allah. Amin..



Seterusnya diberikan kepada nama-nama berikut! Simpan dan letak dalam blog anda.
  1. Qamarunnajmi aka Nabilah
  2. Khairunnisa
  3. Zaiem Al-Hilmee
  4. Wanah
  5. Azma
  6. Khairaummah
  7. Myikhwanfiideen
  8. Kak Yana (since Syahidah pun bagi kat Kak Yana, so kira dapat double award lah ni :)
  9. Pencinta Bahasa aka Zati
  10. Nahwannur
  11. Kakchik
Ini rakan-rakan dan blog yang selalu singgah. Maaf kepada nama-nama dalam list saya yang tidak disebut. Award ni untuk semua dalam list dan follower terhormat saya. Nama-nama yang di atas dipersilakan untuk ambil dan letakkan dalam blog masing-masing. Kalau tak mahu letak pun tak apa :)

Syahidah, terima kasih. Ini untuk kamu:



Jazakillahi khair :)

Nota: Through blog, we can feel everyone without see face to face, without stare at their eyes, without hear their voices, but we feel them through their writing. Salam persahatan buat semua :)

Friday, May 29, 2009

Langit Berwarna Biru (Celoteh Selepas Exam)

۞ ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤٰﻦ ﺍﻠﺮﺤﯿﻢ ۞

Sudah lama aku merasakan jari-jemariku tidak menari-nari di atas keyboard. Blog Wardatul Shaukah ni, kasihan aku melihatnya. Sudah lama terbiar. Sekarang aku berasa sangat lega dan tenang. Baru saja habis exam. Alhamdulillah. Iya, inilah masa yang sudah lama ku tunggu-tunggu. Di saat yang percuma ini, perkara yang paling aku ingin lakukan adalah membaca buku-buku yang belum kubaca dan, sudah tentunya menulis.

Andai orang bertanyakan padaku, bagaimana dapat ilham dalam menulis? Aku katakan bahwa aku selalunya mula menulis setelah aku membaca. Tidak kiralah baca apa sahaja. Kadang-kadang hanya membaca sebuah buku pada lembar pertama saja, idea datang mencurah-curah. Dan semakin banyak yang ingin kutulis, semakin aku merasakan tidak puas untuk membaca. Semakin menulis, semakin ghairah nafsuku untuk memiliki lebih banyak bahan bacaan. Tidak cukup dengan itu, buku-buku kawanku habis kupinjam. Aku pantang andai melihat kamar kawan-kawan yang mempunyai banyak atau sederet buku-buku bacaan. Aku rasa seperti mahu curi saja semuanya. Haha.

Kononlah sangat aku ini suka membaca. Waktu aku sibuk selalunya aku tidak berkesempatan untuk menghabiskan sekalipun barang 1 buku melainkan aku baca main random saja. Aku kerap juga membeli buku kalau sempat untuk singgah ke kedai-kedai buku. Waktu belajar dengan jadual aktiviti harian yang sangat sibuk, kuliah, kelas, assignment, aku biarkan saja buku-buku yang belum pernah ku sentuh atau buku-buku yang belum habis pembacaanku terhampar di almari, atas meja, tepi bantal semuanya.

Sehingga aku tidak tahu mana satu yang mahu ku baca. Waktu sibuk itulah aku hanya menjadi si kempunan yang hanya memerhatikan buku-buku itu tidak dibaca. Sakit hati juga kerana tidak berkesempatan untuk menyelaknya. Lebih lagi, kalau buku yang baru kubeli, aku tidak mudah saja terus membacanya sebaikku beli, tetapi menyimpannya terlebih dahulu, selesaikan pembacaan buku-buku lain yang belum habis dibaca. Nah, begitulah perangai burukku yang suka mengumpul buku tanpa menghabiskan bacaannya terlebih dahulu. Oleh kerana itu, jangan bawa aku ke kedai buku. Aku sangat ghairah melihat buku-buku di kedai itu. Sudah tidak ingat buku-buku belambak di rumah yang masih belum disentuh.

Sekarang, inilah dia masanya. Aku mahu balas dendam. Aku mahu habiskan pembacaanku kesemuanya. Haha. Mampukah aku? Huhu. Semakin lama berada di Medan sini, aku semakin merasa bersyukur. Bersyukur kerana mendapat peluang merantau ke negara yang kukira serumpun dengan negaraku, Malaysia. Agak banyak juga persamaannya. Dan sebetulnya, bercerita tentang buku ini, aku sangat suka buku-buku Indonesia. Kerna itu aku bersyukur tinggal di sini, dapatlah banyak peluangku untuk membeli buku-buku yang hebat keluaran Indonesia.

Lepas saja selesai exam, aku terus membeli beberapa buah buku karya Salim A. Fillah. Antara buku-bukunya yang hebat ialah ‘Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim’, ‘Nikmatnya Pacaran Selepas Pernikahan’ dan yang paling ingin kubeli, iaitu ‘Jalan Cinta Para Pejuang’. Aku suka tulisannya. Bahasa dan cara dia mengolahkan tulisannya yang tidak terlalu formal. Bersahaja. Tapi mendalam. Lewat tulisannya, memang boleh ku agak, dia terlalu banyak bahan bacaannya. Kerana itu dia mampu memasukkan segala macam buku-buku karya penulis dalam dan luar negara.

Dibandingkan buku Indonesia dan Malaysia, aku lebih prefer buku Indonesia. Kelmarin, baru saja berbual dengan Kak Dayah, tulisan dan bahasa Indonesia begitu menyerap dalam diri. Takku sangka aku mempunyai persamaan dengan Kak Dayah, salah satunya, kalau dalam kelas atau tutorial, kadang ada dosen (baca:pensyarah) yang sedang berbicara, kami sempat mencatat apa yang dikatakan oleh dosen itu. Kadang kata-kata mereka begitu menyerap dan melekat :)




Sekarang saya sedang membaca buku ini. Jalan Cinta Para pejuang: "jika kita menghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga" - Salim A. Fillah

Saya mahu sambung baca buku ini. Sebelum itu, saya hidangkan kamu dengan sajak di bawah ini, sudah lama saya tulis tapi baru saya perasan sajak ni tersiar;

Langit Berwarna Biru

Langit berwarna biru
tenang, redup memikat kalbu
selimuti diriku dengan pakaian ketenanganmu.

Langit berwarna biru
harum, mekar mewangi perdu
laksana mekarnya bunga nian di gerimis salju.

Langit berwarna biru
lingkari daku cahaya Rabbmu
agar bahagia mengitari liang sarafku.

Langit berwarna biru
tetaplah dikau di situ
agar terhapus gelodak rindu
yang hanya mencantas waktu.

7 Mac 2009,
Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sajak ni tersiar di Berita Harian pada tanggal 25 April 2009. Saya baru perasan sajak ini tersiar. Hampir terlupa yang saya ada hantar. Mungkin waktu tu tengah bosan lalu saya pun menulis sajak entah apa-apa. Alhamdulillah, tersiar juga -_-

Dan lagi, sila dengar lagu ini, tajuknya Muhasabah Cinta - Edcoustic.



chorus:
Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni silap dan salah selama ini

Ya Ilahi, muhasabah cintaku..


Nota: Maaf ya tuan-tuan dan puan-puan dengan bahasa saya yang sekejap guna aku, sekejap guna saya. Kalau kamu lihat saya bahasakan diri dengan 'aku', maknanya itu adalah monolog dan celoteh saya untuk diri sendiri saja. Kalau saya bahasakan diri dengan 'saya', maknanya saya berbicara dengan pembaca-pembaca saya :)

Saturday, May 9, 2009

Wanita, Kamu Itu Indah

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (An-nur,24:31)

Ayat ini menyatakan kepada para wanita agar menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya dan menjaga aurat mereka supaya tidak diperlihatkan. Ayat ini adalah sebagai 1 ayat yang mengangkat darjat wanita. Maka, yang ingin saya highlightkan di sini adalah kepada siapa saja wanita boleh menampakkan auratnya.

Wanita tidak boleh memperlihatkan auratnya kecuali kepada:

1. Suami
2. Ayah kandung
3. Ayah kepada suami (ayah mertua)
4. Anak-anak kandung mereka
5. Anak-anak kepada suami mereka (eg: anak tiri)
6. Saudara laki-laki (adik-beradik kandung yang punya pertalian. Eg: abang dan adik lelaki)
7. Anak-anak lelaki dari adik-beradik kandung (Anak daripada kakak, abang, adik yang sudah berkahwin. Eg: anak buah)
8. Semua wanita yang beragama Islam
9. Hamba sahaya (hanya ada pada zaman para Nabi dulu, sekarang tidak ada)
10. Pelayan laki-laki (tua) yang tidak punya keinginan terhadap perempuan
11. Kanak-kanak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Begitu terang telah dinyatakan di dalam Al-Quran.Sungguh, kalau kita menyelami akan segala hikmah akan perintah Allah ini diturunkan pada wanita, begitu memperlihatkan bahwa kedudukan wanita itu adalah tinggi dan sangat istimewa.

Mengapa kita diperintahkan untuk tidak memperlihatkan aurat kita kepada mereka yang bernama ajnabi? Supaya diri kita akan terjaga. Allah memperingatkan kita di dalam Al-Quran, agar batas-batas yang diperintahkan pada wanita hanya satu – supaya kita menjaga diri. Maka, ia mencerminkan bahwa wanita itu punya daya tarikan yang tersendiri. Sifat keindahan yang ada dalam diri wanita itu terlalu bernilai tinggi tanpa ditetapkan suatu harga, maka itulah tanda Allah menghargai dan menyayangi mereka yang bernama wanita.

Wanita itu indah. Keindahan wanita itu malahan diungkapkan dalam sebuah hadis tentang mengatakan keindahan seorang wanita;

“Dunia adalah perhiasan, maka sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang solehah.”
(Hadis Riwayat Muslim)

Seindah apa pun di dunia ini, tiada yang lebih indah dari seorang wanita yang menjaga diri dan maruahnya, yang begitu menepati sebagai seorang wanita yang solehah.Yang sudah namanya indah, perlukah dipertontonkan lalu diratah umum keindahannya pada sekalian manusia yang sepatutnya tidak layak dipertontonkan?

Bukankah prinsip sebenarnya adalah, orang lain yang sedaya upaya ingin melihat keindahan yang tersembunyi yang ada pada wanita itu. Ya, yang indah itu ternyata harus disembunyikan, tanpa diperlihatkan. Tidak sepatutnya yang indah itu diperlihatkan dengan percuma oleh yang tidak halal baginya. Orang lain sudah mengetahuinya lebih awal dan mungkin akan berkata; “Oh, tidaklah indah seperti yang kusangkakan”. Dengan itu, keindahan yang seharusnya disembunyikan ternyata tidak bernilai, kerana sudah diketahui umum lalu menjadi perbualan. Sana-sini diperkatakan.

Indah yang tidak bernilai! Argh, begitu pahit. Diri wanita yang seharusnya mendapat pujian atas keindahan yang ada pada dirinya malahan dihina, kerana tidak bernilai. Tapi, kebanyakan wanita mungkin tidak mengerti tentang itu. Keindahan yang ada pada diri mereka andai dipertontonkan awal pada sekalian orang, yang pada mulanya punya harga tinggi, akhirnya tidak punya nilai langsung, malah nol.

Diri ini sebagai seorang wanita, betapa melihat rambut wanita lainnya tanpa ditutup, melihat lengan-lengan wanita yang dibiarkan telanjang tanpa dibalut, melihat kaki-kaki tanpa berstokin. Apa lagi yang memakai baju singkat, andai diangkat lengan atau membongkok, pasti sudah nampak pinggang dan pusat. Bentuk badan dan punggung tidak perlu diperkatakan. Walau kulitnya tidak dilihat, tetapi bentuk sudah mampu dibayangkan. Ya Allah. Sungguh, saya merasa malu. Kerana bukankah semua wanita itu sama? Seorang wanita yang memperlihatkan auratnya, saya merasakan itu adalah diri saya.Ya Allah.

Wanita, rambut kamu itu indah. Lengan kamu itu indah. Kaki kamu itu indah. Apatah lagi yang berkulit putih, andai dipertontonkan pada orang ramai. Saya begitu terguris. Hati saya tercalar. Ingin saja saya menutupinya dengan kain-kain atau sapu tangan yang saya ada. Ingin saja saya menutupinya dengan apa sahaja agar tidak ada satu mata lelaki yang sempat memandangnya.

Hakikatnya, saya tidak bisa. Kerana itu bukan hak saya. Itu hak mereka. Tetapi, yang peritnya, orang yang melihat itu juga bukan hak mereka untuk menatap dan melihatnya dengan pandangan percuma yang penuh sinis dan jahat! Pandangan jahat dan sinis oleh mereka yang bergelar lelaki!

Wanita, kamu itu indah. Begitu kamu sanggup keindahan yang ada pada kamu itu dipandang dengan pandangan sinis dan bukannya dengan pandangan hormat yang seharusnya diberikan pada kamu? Keindahan kamu begitu dipandang dengan pandangan yang mampu menimbulkan nafsu jahat pada diri mereka. Lalu, niat jahat itu akhirnya ingin memperdayakan kamu, mempermainkan kamu sehingga keinginan jahat mereka itu dipersetujui oleh kamu, tanpa kamu sedari.

Mereka berani memulai langkah ingin berkenalan dengan kamu, kerana diri kamu seperti tidak ada nilai. Lalu, sangat mudah untuk diperlakukan. Diajak berkenalan, setuju sahaja. Diajak berbual, setuju sahaja. Diajak berjumpa, setuju sahaja. Disuruh apa sahaja walau tidak masuk akal, kamu hanya setuju sahaja. Kamu sangka itu cinta, padahal itu adalah nafsu jahat mereka yang hanya ingin menggunakan kamu untuk kepentingan dirinya. Semuanya bermula kerana kamu sudah memperlihatkan semua keindahan yang ada pada diri kamu dengan percuma.

Mungkin kamu sendiri tidak menghargai keindahan yang ada pada diri kamu itu, lalu kamu perlihatkan kepada mereka yang tidak sepatutnya. Mereka itu sangka andai kamu menghargai keindahan yang ada pada kamu, sudah tentu kamu berusaha menyembunyikannya. Malah, sesungguhnya tidak. Lalu, kerana itu mereka ingin pergunakan kamu.

Wanita, kamu itu indah. Tapi, kamu jangan lupa bahwa kamu juga adalah punca fitnah. Lalu, apakah kamu benar-benar indah yang boleh membawa lebih banyak kebaikan? Keindahan yang ada pada dirimu itulah yang akan membawa banyak keburukan dan kerugian buat diri kamu yang bernama wanita.

Saya adalah wanita. Tiada lain yang ingin saya sampaikan, tiada lain yang ingin saya tujukan melainkan untuk diri saya sendiri. Semoga kita yang bernama wanita menghargai akan perintah Allah yang tertulis pada ayat 31, pada surah ke-24 itu iaitu surah An-Nur yang telah diamanahkan untuk kita kesemuanya.

Wanita, diri kalian adalah diri saya sendiri. Saya sayang kalian semua.

Wardatul Shaukah
09 Mei 09,
http://wardatulshaukah.blogspot.com